Tuesday, November 2, 2010

Logo Aplikasi Penilaian Pelaksana

Ini adalah hasil karya saya (dengan tutorial dari buku tentunya), jadi mohon kripik peudeusnya. Tolong gambar saya dianiaya, saya sudah pasrah *apa-sih*

Berbekal buku Kreasi Desain Grafis Profesional dengan CorelDRAW X4 karya Suparno Sastra M., mendesain logo yang bagi gw seperti momok ternyata bisa gw lalui dengan mudah (sebenarnya juga gak mudah banget, yang jelas butuh kesabaran ekstra).

Plus installer CorelDRAW X4 yang gw dapat dari @anantakun yang jelas asli (mangga dua) terciptalah logo ini.

Friday, October 29, 2010

BlackBerry 9100

Semenjak trackball pada BlackBerry 8900 alias Javelin gw sering bermasalah, gw kepikiran untuk upgrade PIN. Upgrade PIN adalah istilah yang gw dapat dari mailing list untuk me-refer change device, baik ke tingkat yang lebih tinggi maupun yang lebih rendah. Walau sebenarnya agak absurd yah, karena kalau dari Gemini ke Onyx bisalah kita sebut upgrade PIN, lha kalau Odin dijual dan ganti ke Gemini sebutannya apakah upgrade PIN juga?

By the way, semenjak kena racun BlackBerry 9100 di mailist tersebut, gw mulai mempelajari spesifikasi BlackBerry 9100 di berbagai situs. Spesifikasi detailnya klik di sini nih. Oh ya, FYI, BlackBerry 9100 ini tidak masuk resmi ke Indonesia. Yang masuk resmi ke negara kita adalah seri 9105 yang keypadnya seperti keypad ponsel jadul Nokiyem Nokia. Sempat terlintas kalau gw bakalan ogah memakai half qwerty di 9100 ini karena membaca berbagai review tentang keypadnya yang keras, bikin pegel jari, dan kram otak. Tapi gw juga melihat opini lain bahwa itu hanya masalah kebiasaan saja. Gw pun terombang-ambing laksana Ababil alias ABG Labil antara membeli atau tidak. Gw akhirnya memutuskan untuk menjual Javelin gw ke teman kantor dan menambahnya sedikit untuk bisa membeli 9100.

Dan pilihan gw gak salah. Di tengah menjamurnya BlackBerry berbodi bongsor, seri 9100 atau yang dikenal juga dengan sebutan Pearl 3G atau Stratus ini nyaman² aja penggunaan keypadnya.Sekali lagi, ini hanya masalah kebiasaan saja.

Bentuknya yang mungil dan beda dari BlackBerry pada umumnya semakin memperkuat pencapaian keinginan gw supaya tidak terlalu expose menggunakan BlackBerry di muka umum. Tahu sendiri kan, Jakarta yang rawan kejahatan seperti ini mau tidak mau membuat kita harus ekstra waspada. Cerita teman gw yang ponsel barunya berharga 5 jutaan dijambret begitu aja sewaktu turun dari angkot membuat gw sedikit parno. Memang gw agak berlebihan. Tapi waspada boleh kan?

Seperti BlackBerry pada umumnya, urusan email adalah andalan yang sampai sekarang masih belum tersaingi oleh ponsel manapun. So, sangat besar Stratus gw akan membantu gw keep posting di blog.

Koq bisa?

Karena blogspot seperti yang sudah kita ketahui semua memiliki fasilitas Email Posting yang memungkinkan kita untuk mengirimkan tulisan via email langsung. Silakan saja klik lambang ponsel di halaman setelah klik Dashboard.

Omong-omong, ada yang sudah mencoba Stratus?

Sent from Stratus® powered by 

Thursday, September 30, 2010

Mengapa Nama Blog Ini Aldeenesta ?


Pertanyaan penting abad ini! Dijamin kalau Anda tidak mengetahuinya, Anda akan menjadi arwah penasaran jika mati. Maaf kalau CCK ya. Canda-Canda Kubur. 


Mengapa namanya Aldeenesta? Mengapa huruf  'e'-nya ada dua? Mari kita kupas melalui tulisan di bawah ini. Apel kali ah dikupas.

Soalnya ….
  1.  Gak mungkin dong pakai nama tetangga. Tetangga aja gak pakai nama kita.
  2. Mumpung bikin nama masih gratis.
  3. Suka-suka yang bikin dong.
  4. ……………… (isi dengan jawaban yang cocok *lho* )
Langsung saja ya, nama Aldeenesta sebenarnya terdiri dari 2 unsur, yaitu Aldee dan Nesta. Kedua unsur ini adalah nama tokoh dalam film Cokelat Stroberi. Sebenarnya namanya Aldi sih dengan huruf i tunggal. Namun untuk memberikan "style" yang unik (sebenarnya gak jelas juga maunya apa), lalu ceprot lahirlah nama Aldee.

Garam di laut, asam di gunung, akhirnya bertemu juga di cobek ibu-ibu berlengan gede dan bergelambir. Sebenarnya agak heran juga kenapa asam dari gunung. Dari ketek mas-mas kuli bangunan sebenarnya juga bisa. Yak, makin melantur gak jelas.

Nama Nesta muncul belakangan. Sebenarnya keren juga kalau diberi style menjadi Nezta. Tapi kedengerannya lebih mirip nama obat influenza daripada sebuah nama. So terpilihlah nama Nesta.

Perpaduan keduanya menghasilkan nama yang lebih indah dari nama penulisnya sendiri *lho*

Makin ke bawah makin absurd ya?




Wednesday, September 29, 2010

Memaafkan Papa : Dari Sinilah Semua Berawal


Waktu Aldeenesta menulis, kalender menunjukkan tanggal 29 September 2010. Tepat 4 bulan yang lalu Papa dari Aldeenesta dipanggil olehNya. Lalu apa yang istimewa? Kelahiran, kematian adalah sesuatu hal yang biasa saja dalam sistem kehidupan ini. Makhluk datang dan pergi sesuai rencanaNya. Dan tidak terlanggar 1 detik pun.

Untuk mengetahuinya, marilah Aldeenesta ajak sebentar ke masa lalu. Waktu itu, Papa bersenggama dengan Mama. Ya, bersenggama. Walau waktu itu teknologi inseminasi buatan sudah ada dan kawin suntik sudah bisa dilaksanakan, agak mustahil untuk seorang Papa dan Mama dari Aldeenesta untuk melaksanakannya karena Papa dan Mama tidak mengalami masalah kesuburan sebagaimana orang-orang yang malang nasibnya, serta kawin suntik hanya berlaku untuk hewan.  

Satu tahun sesudahnya lahirlah seorang Aldeenesta lengkap dengan misi yang harus diemban di muka bumi ini. Waktu terus berlari. Aldeenesta beruntung bisa memiliki kedua orang tua Papa dan Mama yang saling melengkapi. Papa dan Mama ya, bukan Papa dan Papa.

Papa pernah membentak Aldeenesta dan memaki memakai kata hewan berkaki empat…
Papa pernah mempermalukan Aldeenesta di depan saudara-saudaranya…
Papa pernah memberitahukan aib mengerikannya yang sempat membuat Aldeenesta ingin mencabut  
                   keseluruhan memori otaknya…
Papa pernah melakukan kekerasan kepada Mama…

Aldeenesta sempat merasa benci. 

Namun menjelang deathbed-nya di Rumah Sakit, Aldeenesta merasa inilah sosok terbaik setelah Mama yang Alloh karuniakan kepada Aldeenesta. Sosok yang telah menyekolahkan dan ikut membesarkan Aldeenesta hingga sampai sekarang. Sosok yang pernah menyuapi Aldeenesta makan sewaktu Aldeenesta merengek-rengek minta makan (ada yang punya tisu?). Menjelang akhir hayatnya, ternyata Alloh hanya mengizinkan Aldeenesta seorang yang menemaninya.

Hati Aldeenesta hancur. 

Karena Papa adalah sosok yang sempat membuat Aldeenesta benci dan berterima kasih secara bersamaan. Namun di atas itu semua, Aldeenesta ingin memaafkan semua kesalahan yang Papa buat kepada Aldeenesta, karena Papa telah menempati sebagian ruang hati Aldeenesta. 

Sekarang Aldeenesta hanya ingin membuktikan kepada Papa di sana, bahwa Aldeenesta akan menjadi orang yang berdiri tegar setegar batu karang. Tak mampu badai dan halilintar mengoyak Aldeenesta menjalani kehidupan ini hingga akhir waktu.